Text
Menjadi Ayah Pendidik Peradaban
Buku ini hadir sebagai kritik sekaligus solusi atas fenomena "fatherless" atau hilangnya peran aktif ayah dalam pengasuhan anak di era modern. Adriano Rusfi menegaskan bahwa keterlibatan seorang ayah tidak boleh terbatas pada urusan mencari nafkah materi semata. Ayah memiliki tanggung jawab besar sebagai arsitek peradaban, yang bertugas menanamkan visi hidup, mengajarkan ketegasan, serta membangun sistem berpikir yang kuat pada anak demi masa depan generasi penerus.
Dengan pendekatan psikologi perkembangan yang dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, buku ini mengupas tuntas pentingnya kehadiran sosok ayah secara utuh, baik fisik maupun emosional. Penulis menjabarkan bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya, sedangkan ayah bertindak sebagai kepala sekolah yang menentukan arah, kurikulum, dan pondasi kepemimpinan dalam rumah tangga. Kehadiran ayah yang optimal akan membentuk anak yang mandiri, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
Melalui bahasa yang lugas dan reflektif, pembaca diajak untuk memahami kembali konsep kejantanan (maskulinitas) sejati dalam Islam dan tatanan sosial. Buku ini menjadi panduan praktis sekaligus tamparan bagi para pria untuk segera mengambil alih kemudi pendidikan anak-anak mereka. Menjadi ayah bukan sekadar takdir biologis, melainkan sebuah profesi peradaban yang menuntut kesadaran, ilmu, dan komitmen penuh.
| P011570B | 649.1 RUS AJI010 | Perpustakaan SMA FG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain